Selasa, 30 Oktober 2012

materi backup dan restore

A. Pengertian Backup dan Restore data

Pada teknologi informasi, backup mengacu pada menyalin data, dimana data tersebut merupakan data salinan yang dapat di restore kembali apabila ada data yang hilang. Data salinan tersebut biasa disebut dengan backup. Backup berguna untuk dua tujuan utama. Pertama, untuk mengembalikan (restore) data yang mengalami kerusakan akibat bencana alam (misalkan banjir, gempa bumi dll). Kedua, untuk mengembalikan file setelah mengalami kesalahan menghapus atau korupsi (Wikipedia, 2007). Para pemakai memahami bahwa korupsi akan terjadi, hard drives akan gagal, motherboards rusak, dan kekeliruan dalam menghapus data. Maka diperlukan backup data (Jones, Daniel, 2007). File yang merupakan salinan dari file-file yang masih aktif dalam database sebagai pelindung/cadangan bila file database rusak/hilang disebut backup file.



B. Metode backup data dan metode manipulasi data


Beberapa metode backup data menurut situs Wikipedia adalah sebagai berikut

1. Menyalin file (copying files)

Membuat salinan file merupakan cara mudah dan banyak digunakan untuk melakukan backup. Hal ini berarti fungsi dasar yang termasuk dalam semua software backup dan semua Sistem Operasi.

2. Mengidentifikasi perubahan (identification of change)
Beberapa filesystem memiliki archive bit untuk masing-masing file yang disebut dengan recently changed (perubahan yang terakhir). Beberapa software melihat dari tanggal dari sebuah file dan memadatkannya (compress) sebagai backup terakhir.

3. Block Level Incremental
Beberapa metode backup yaitu dengan menyimpan blok perubahan di dalam sebuah file. Tetapi hal ini membutuhkan level tinggi antara filesystem dengan software backup.



Metode manipulasi data
Seringkali manipulasi data digunakan untuk mengomptimalkan proses backup. Beberapa manipulasi dapat meningkatkan kecepatan backup, kecepatan restore, keamanan data dan penggunaan media penyimpanan.

1. Kompresi (Compression)
Teknik kompresi merupakan teknik memadatkan data, dan menghemat ruang penyimpanan data. Metode kompresi biasanya tersedia dalam fasilitas tape drive hardware.

2. Duplikasi (Duplication)
Beberapa pekerjaan backup adalah menduplikasi sebuah set penyimpanan media kedua. Hal ini dapat dilakukan dengan menyimpan salinan kedua (a second copy) pada lokasi yang berbeda atau pada media penyimpanan yang berbeda.

3. Enkripsi (Encryption)
Kapasitas tinggi media penyimpanan yang dapat dipindah (removable storage media) memungkinkan data dapat hilang atau dicuri. Namun, enkripsi data dapat menyebabkan proses berjalan lambat, serta tidak efektif untuk data enkripsi.



http://teniawahyu.blogspot.com/2008/04/backup-and-restore-data.html



Cara Mudah Backup dan Restore Data WordPress Dengan Cpanel


Membackup data wordpress di Cpanel Hosting dilakukan untuk menjaga kemungkinan hal buruk terjadi pada  website/blog kita, semisal kena suspended. Pada dasarnya, hosting merupakan tempat menyimpan file-file web kita, baik itu theme, plugin, posting dan lain sebagainya. Karenanya, file-file tersebut harus dijaga dan disalin ke dalam komputer, agar ketika ada permasalahan dengan hosting atau domain kita dapat mengembalikannya seperti sedia kala. Backup data wordpress juga dilakukan ketika kita akan pindah hosting atau ganti domain. Ibarat saat kita pindah rumah, maka barang-barang yang kita miliki juga harus kita pindahkan ke rumah yang baru.

      Ada banyak situs yang menulis tentang cara backup dan restore data wordpress melalui Cpanel. Namun beberapa diantaranya saat saya praktekan ternyata ada yang belum sempurna bahkan ada yang tidak berjalan. Tutorial ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya saat melakukan backup dan restore data wordpress melalui Cpanel Hosting. Beberapa kali cara ini saya lakukan ketika saya pindah dari satu hosting ke hosting yang lain.
Oke cukup cuap-cuapnya, kini saya akan mulai beraksi menerangkan tutorial ini :

Pertama : Lakukan Backup wp-content shobat di Cpanel. Caranya, masuk ke Cpanel Hosting shobat. klik‘file manager’, kemudian pilih ‘public_html‘.  Klik kanan pada folder ‘wp-content‘  (berwarna biru) kemudian pilih ‘compress’. Lakukan comprees hingga muncul folder wp-content (berwarna kuning). Kalau folder wp-content belum muncul silahkan direfresh dengan cara klik F5. Setelah folder wp-content berwarna kuning muncul, silahkan klik kanan folder tersebut dan pilih ‘download’. Tunggu hingga proses download selesai, biasanya cukup lama karena ukuran folder yang kita download cukup besar, tergantung jumlah posting, komentar, media, plugin dan theme yang ada pada web kita. Jika proses download telah selesai, simpan file tersebut di komputer shobat.

Kedua :  Lakukan Backup Database web shobat di Cpanel. Caranya, masuk ke Cpanel hosting shobat, atau kalau tadi belum keluar ya kembalikan posisi cpanel ke halaman utama atau ‘home’. Kemudian pilih menu ‘wizard backup‘, klik menu tersebut, lalu klik tanda ‘bakup –>‘ di kolom kiri bawah.   DI kolom sebelah kanan ada pilihan ‘Home Directory–>’ -’MySL Databases–>’ dan Email Forwarders & Filters →. Silahkan pilih dan klik  MySL Databases–>. Jika di hosting shobat hanya ada 1 domain web, maka pada daftar database akan tertulis hanya satu database. Namun jika di hosting shobat ada banyak domain web atau sub domain, maka pada daftar database akan muncul banyak daftar database. Untuk mengetahui database mana yang harus shobat pilih untuk dibackup, maka silahkan kembali ke file manager dengan cara lihat file di public_html/domain shobat,  kemudian cari file wp-config.php klik kanan kemudian view maka akan terlihat nama file databases kita.
Setelah tahu nama file database yang akan shobat backup silahkan kembali ke backup wizard tadi dan langsung saja klik  nama database tersebut otomatis akan didownload. Hasil download silahkan shobat simpan juga di komputer. Sekarang  shobat  sudah mempunyai dua file hasil backup yaitu file wp-content dan file MysQL databases.
Cara Restore Hasil Backup WordPress
Langkah selanjutnya adalah memindahkan web shobat pada hosting yang baru.
Pertama : Upload wp-content hasil backup di Cpanel. Caranya, masuk ke cpanel hosting baru shobat. Kalau belum install wordpress silahkan install dulu. Setelah melakukan instalasi wordpress, masuk ke file manager pilih public_html domain shobat. Selanjutnya klik upload , masukan file wp-content.zip yang ada di komputer shobat hasil backup di atas tadi. Tunggu beberapa saat hingga proses upload file selesai atau complete. Biasanya proses upload akan memakan waktu cukup lama, karena ukuran filenya cukup besar. Saat upload selesai maka akan muncul folder wp-content berwarna kuning. Kalau belum muncul silahkan refresh dengan cara tekan F5. Setelah muncul, silahkan klik kanan pilih ‘extract’.  Proses ini akan otomatis mengganti file wp-content yang baru kita instal dengan file wp-content hasil backup yang tadi kita upload.
Kedua : Upload Database hasil Backup di Cpanel. Caranya, pada halaman utama Cpanel Hosting shobat silahkan pilih dan klik menu  phpMyAdmin. Di kolom sebelah kiri akan tertera nama database  web shobat yang baru yang akan diganti dengan database yang lama yang telah shobat backup di atas. Jika di dalam hosting shobat hanya ada satu domain, maka databasenya hanya ada satu. Namun jika ada beberapa nama domain, maka di kolom sebelah kiri tersebut akan tertera daftar nama database. Biasanya database yang baru diinstall berada di deretan paling bawah. Silahkan klik pada databases yang baru kita instal kemudian centang semua database tersebut, kemudian pilih drop atau hapus databasenya karena akan kita ganti dengan database yang lama hasil backup tadi.
Setelah proses drop atau hapus database selesai langkah selanjutnya adalah proses upload database hasil backup melalui menu Import databases mysql anda di bagian atas. Silahkan import file mysql databases hasil backup shobat yang ada di komputer sampai selesai. Langkah selanjutnya adalah menunggu proses resolved dns shobat. Biasanya berlangsung 2 jam atau 12 jam tergantung nasib shobat…hehehhe..
Nah sekian dulu tutorialnya. Silahkan shobat yang mau mencobanya, Insya Allah dijamin berhasil. Cara tersebut di atas saya praktekan pada hosting berbayar. Untuk hosting gratis saya belum mencobanya, namun saya perkirakan caranya akan sama. Yang pasti di hosting gratis shobat akan kewalahan saat meng-upload folder wp-content.zip hasil backup ke hosting shobat. Masalahnya, ukuran file yang terlalu besar dapat mengakibatkan hosting gratis shobat nge-drop alias tidak mampu meng-uploadnya. Agar ukurannya tidak terlalu besar, shobat dapat menyiasatinya dengan cara membagi  file wp-content.zip hasil backup itu ke dalam beberapa file zip, sehingga akan lebih mudah dan ringan saat diupload
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/06/18/cara-mudah-backup-dan-restore-data-wordpress-dengan-cpanel/ 

Backup dan Restore Software
Backup dapat diartikan sebagai proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut dengan “data backup”. Manfaat dari proses backup diantaranya, mengembalikan kondisi suatu sistem komputer yang mengalami kerusakan atau kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga rusak.
Media Penyimpan Data (Storage)
Berbicara masalah proses backup tidak akan terpisahkan dengan masalah media penyimpanan data (storage). Setiap backup dimulai dengan pertimbangan tempat data backup akan disimpan. Data backup harus disimpan sedemikan hingga dapat teratur dengan baik. Keteraturan tersebut dapat berupa sesederhana catatan kertas dengan daftar cd-cd backup dengan isi datanya yang kita miliki atau dapat pula berupa pengaturan canggih dengan index komputer, katalog atau database relasional. Perbedaaan dalam penggunaan model penyimpanan data akan memberi manfaat yang berbeda. Pengambilan manfaat ini berkaitan erat dengan skema rotasi backup yang digunankan.
Pemilihan media penyimpanan data backup menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam proses backup. Ada banyak tipe media penyimpanan yang dapat dipilih dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Tape Magnetic
Tape magnetic mirip dengan kaset audio atau kaset video pita yang menyimpan data dalam pita megnet panjang yang berputar dari titik awal hingga titik akhir.
Hardisk
Keunggulan utama dari hardisk adalah waktu akses yang cepat, variasi kapasitas yang luas dan kemudahan penggunaan.
Optical Disk
CD dan DVD yang dapat direkam adalah dua pilihan yang ada dalam kategori ini. Namun, dengan semakin murahnya drive DVD dengan kapasitas yang cukup besar, pemilihan DVD sebagai media backup lebih menjanjikan daripada CD. Tentunya CD pun masih bisa digunakan untuk proses backup kelompok data yang lebih kecil.
Floppy Disk
Media pada masanya sudah mencukupi tuntutan penyimpanan data. Tapi, sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk menggunakan media ini, apalagi untuk keperluan backup. Dengan semakin besarnya file-file yang dimiliki orang seperti video, musik, hingga data sistem, merupakan hal yang tidak masuk akal menjadikan floppy disk sebagai pilihan.
Solid State Storage
Yang masuk dalam kelompok media ini ada banyak, diantaranya flash memory, thumb drives, compact flash, memory stick, secure digital cards, multi media card, dan seterusnya. Portabilitas adalah keunggulan sekaligus kelemahan media backup ini. Dengan portabilitasnya, data pada media ini sangat mudah dipindahkan termasuk berpindah ke tangan yang tidak seharusnya.
Remote Backup Services
Media ini tidak berupa benda fisik yang nyata, namun berupa service atau layanan. Biasanya perusahaan penyedia jasa ini menyewakan ruangan penyimpanan data yang proses akses dan pengaturan data backup dilakukan melalui internet. Untuk segi keamanan, metode ini sangat menjanjikan. Tapi, untuk kondisi Indonesia dengan kualitas koneksi internetnya yang masih mengecewakan, masih memerlukan waktu untuk implementasi luas metode backup ini.
Manipulasi data
Dalam proses backup, data dapat disimpan dalam format apa adanya atau dapat pula dilakukan manipulasi untuk optimasi backup itu sendiri. Dua proses manipulasi yang biasa dilakukan adalah kompresi dan enkripsi. Kompresi memampatkan ukuran file untuk menghemat ruangan penyimpanan data. Enkripsi menjadi isu penting saat berkaitan dengan backup data yang bersifat penting dan rahasia. Enkripsi menyimpan data bukan dalam format asli namun telah disembunyikan dalam bentuk sandi-sandi algoritma tertentu. Dengan enkripsi hanya orang yang memiliki akses kunci enkripsi yang dapat membaca data sesungguhnya. Dengan mengimplementasikan pengamanan data backup melalui enkripsi akan memperlambat proses backup itu sendiri. Namun, nilainya tentunya sebanding bila data yang dibackup merupakan data yang sangat penting.
Restore data
Restore dan recovery adalah proses penting setelah backup. Backup akan menjadi sia-sia bila proses pengembalian dan perbaikan data sistem sulit dilakukan. Untuk mencapai tujuan ini ada beberapa pendekatan yang harus diperhatikan, yaitu proses backup harus dilakukan dengan aturan yang jelas, hindari membackup dengan sembarangan dengan tidak terstruktur. Selain itu, banyak software yang ada di pasaran (baik gratis maupun berbayar) yang memberikan kemudahan backup data. Dengan software yang sama biasanya proses restore dan recovery data akan lebih mudah dilakukan. Beberapa software backup memiliki fasilitas penjadwalan otomatis proses backup. Fitur ini sangat bermanfaat untuk digunakan karena menjamin proses backup selalu dilakukan dengan teratur.
Software backup biasanya telah menjadi fasilitas bawaaan beberapa sistem operasi. Misal Windows XP memiliki Ntbackup.exe, software bawaan Windows XP. Dalam beberapa kasus, penggunaan Ntbackup.exe sudah mencukupi untuk backup data.
Ntbackup.exe dapat diakses dari menu run, ketik: Ntbackup.exe. Dapat juga diakses dari start menu à accesesoris à System Tools à Backup. Seperti software-software windows lain, Ntbackup.exe sangat mudah digunakan, apalagi dengan fasilitas wizard yang disertakan. Proses restore data pun sama mudahnya. Tinggal ikuti saja langkah-langkah yang diberikan.
1.jpg
Selain Ntbackup.exe, banyak software lain yang dapat digunakan untuk backup data. Salah satunya yang cukup populer adalah Nero. Fungsi utama Nero sebagai software burning cd sanagt mempermudah keperluan backup.
2.jpg
Restore dan recovery Software
Restore software adalah kasus khusus dari restore data. Penggunaan software baik aplikasi maupun sistem operasi biasa tidak akan berjalan sempurna selamanya. Ada masanya bila software sudah terlalu lama diinstal dan digunakan akan mulai terjadi konflik librari, kerusakan file, hilang file yang berujung software tidak dapat digunakan lagi. Bila masa ini telah tiba ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama untuk kasus recovery software aplikasi.
Beberapa software aplikasi memiliki fitur repair dalam menu add/remove program. Fitur ini dapat dimanfaatkan bila software terinstal sudah mulai tidak berfungsi dengan benar. Dalam kasus terburuk, bila repair belum memperbaiki fungsi software yang rusak, proses restore dapat dilakukan dengan menginstal ulang software bersangkutan. Tentunya sebelum proses dilakukan, file-file tersimpan yang berkaitan dengan software tersebut harus dibackup terlebih dulu.
3.jpg
Kasus recovery software kedua adalah untuk Sistem Operasi (SO). Berbeda dengan recovery software aplikasi, sistem operasi bersifat lebih kompleks dan melibatkan sistem secara keseluruhan. System Restore adalah tool pada Windows XP yang berfungsi untuk menanggulangi kerusakan SO. Cara kerja System Restore adalah memonitor storage SO dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya secara sistem. Pada titik-titik tertentu System Restore membuat semacam checkpoint yang dibuat secara otomatis dan bisa juga ditetapkan oleh user. Pada checkpoint tersebut System Restore membuat semacam penunjuk. Saat terjadi kerusakan SO, pengguna dapat menggunakan System Restore untuk me-restore software dengan cara kembali ke titik checkpoint terdahulu saat masalah tersebut belum terjadi. Sama seperti Ntbackup.exe, penggunanaan System Restore sangat mudah diikuti.
4.jpg
5.jpg
Demikianlah sekilas pembuka bahasan mengenai backup dan restore software.

http://lamida.wordpress.com/2007/05/23/backup-dan-restore-software/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar